nge-Crack tidak sama dengan Membajak

20 April, 2008 at 17:02 3 comments

Sekedar menyapa kawan lama di kampus ITS yang dulu pernah seperjuangan baik di BEM ITS maupun di kos-an dan kontrakan, baik di Gebang maupun di Keputih, Sukolilo, Surabaya, daerah kampus ITS lah gampangnya, melalui chatting malam tadi cukup menarik juga. Entah mungkin karena sudah waktunya dia sudah mulai pandai mengungkapkan sesuatu yang seharusnya kita hindari.

Awalnya saya meminta ebook novel Edensor karangan Andrea Hirata, salah satu novel ketiga dari kumpulan tetralogi Laskar Pelangi. Dia berputar-putar dulu dan menceramahi saya yang intinya “Jangan membajak karya anak negeri, belilah novel cetaknya. Kalau membaca ebooknya yang gratis kan sama juga tidak membeli alias membajak?”. Begitulah kira-kira kesimpulannya.

Saya memang sudah membeli dan membaca novel yang kedua berjudul Sang Pemimpi. Karena novel itu hanya bercerita tentang kehidupan tokoh utama pada waktu SMA dan saya ingin mengetahui kisah selanjutnya tokoh utama yang dapat beasiswa kuliah keluar negeri. Tidak tahu arah pembicaraanya bagaimana, sampai akhirnya dia menyuruh untuk menge-crack software Microsoft. Dan menurutnya nge-crack tidak sama dengan membajak.

Saya tidak tahu benar atau salah pendapat yang dikemukakan teman saya itu, yang jelas menurut dia, nge-crack kan mengutak-atik code didalamnya dan mendapatkan sesuatu yang dia inginkan dari sistem tersebut agar berjalan full alias bukan trial lagi. Entah dari mana crack tersebut didapatkan yang jelas itu adalah hasil kerja kerasnya. Sedangkan membajak kan tinggal copy & paste saja tanpa mengeluarkan cucuran darah kerja keras. Dan lagi yang dibajak kan bukan punya anak negeri, lebih-lebih orang Amerika alias yahudi, katanya. Jadi halal halal saja dong, dia menyimpulkan.

Sedikit banyak saya sepakat dengan pendapatnya kalau kita tidak harus membajak karya anak negeri. Bajaklah karya orang luar negeri yang sudah kaya (hampir mirip dengan mas Hanung Bramantyo dalam blognya saat menyikapi AAC di bajak). Akan tetapi mengenai crack dan bajak membajak saya masih 50% : 50%. Dan akhirnya yang saya menyarankan kepadanya untuk menggunakan Linux saja, open source yang tidak kalah dengan produk berbayar. 🙂 .

Hentikan pembajakan!
Cintai karya anak negeri.
Hargai karya mereka.
Jangan biarkan mereka terbajak oleh bangsa sendiri.

Advertisements

Entry filed under: opini.

Kopdar 5 openSUSE Indonesia TCP/IP Properties di openSUSE

3 Comments Add your own

  • 1. Praja  |  21 April, 2008 at 17:21

    “…..Dan lagi yang dibajak kan bukan punya anak negeri, lebih-lebih orang Amerika alias yahudi, katanya….”

    Eits… ditulis di blog… ya ampyuun… eh, aku juga gk mendukung pembajakan / crack / dsb… (tapi sering nglakuin.. :p). Kesimpulannya bukan begitu sebenarnya. Apalagi sama kata2x diatas.

    Begini ki, yang ta tekanin di obrolan kita adalah “Cintai karya anak negeri” atau dengan kata lain “Jangan pernah membajak terutama karyanya anak negeri” atau dengan kata lain lagi “kalo lu mau bajak, n sudah butuh bangat, berhasrat pengen bajak, sono bajak karyanya orang asing!”. Kata2x yang lain itu cuman bumbu, penekanan, preseur, dsb.

    “…..yang jelas menurut dia, nge-crack kan mengutak-atik code didalamnya dan mendapatkan sesuatu yang dia inginkan dari sistem tersebut agar berjalan full alias bukan trial lagi….. Entah dari mana crack tersebut didapatkan yang jelas itu adalah hasil kerja kerasnya”

    Wah, ini lagi.. kesimpulan yang terlalu menggeneralisir.. susah kalo kamu jadi wartawan.. nara sumbernya ngerasa dirugikan… :p

    Reply
  • 2. kirman  |  21 April, 2008 at 23:59

    “Wah, ini lagi.. kesimpulan yang terlalu menggeneralisir.. susah kalo kamu jadi wartawan.. nara sumbernya ngerasa dirugikan… :p”

    Untungnya sekarang sudah nggak jadi wartawan di koran kampus “vivat”-nya ITS lagi Ja. Eh, yok opo kabare koran kampuse Ja? Kok malah semakin gak ono ambune? 😉

    Reply
  • 3. amat  |  28 April, 2009 at 14:54

    betul, dari pada membajak mendingan pake software yg open source aja. kecuali kalo kepepet.. 😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Posts

Blog Stats

  • 50,298 hits

My Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d bloggers like this: