Berharap, Linux Menyebar di Simalungun

30 October, 2008

Usai sudah rangkaian pelatihan ICT (Information Communication Technology) project SCB-DP (Suistainable Cabacity Building Development Project) Departemen Dalam Negeri yang diadakan di Simalungun, Sumatera Utara, Kamis siang (30 Okt 08). Kegiatan yang berlangsung di kantor Bupati ini diikuti oleh jajaran aparat pemerintah yang ditunjuk oleh atasannya. Tidak banyak memang peserta yang mengikuti pelatihan yang berlangsung dalam tiga sesi ini (sesi I : 16-17 Okt, sesi II : 20-24 Okt, sesi III : 27-30 Okt), karena kuota peserta untuk mengikuti pelatihan jumlahnya terbatas.

Dalam pelatihan ini setiap sesinya selalu ada materi tentang linux, kecuali sesi yang pertama lantaran sesi ini masih merupakan basic knowledge tentang penggunaan Komputer dan Internet. Linux yang digunakan adalah RedHat Enterprise Linux (RHEL) 4, namun tidak jarang distro-distro linux lain juga disebutkan dan bahkan digunakan dalam pelatihan ini.Distro itu antara lain openSUSE, Ubuntu, Fedora, Mandriva, Debian, dll.

Cukup banyak pertanyaan yang terlontar ke Instruktur mengenai linux itu sendiri. Rupanya masih cukup banyak orang-orang yang belum mengenal linux di Simalungun ini. Salah satu buktinya adalah ketika saya (yang bertindak sebagai Trainer dalam pelatihan itu) menyebutkan “Linux” dalam sebuah wawancara dengan harian Suara Sumut, wartawan itu balik bertanya “Linux itu apa ?”. Ketika berita itu diterbitkan esok harinya, isinya pun juga masih terdapat kekurangan tentang penjelasan yang saya berikan. Seorang wartawan yang notabene adalah orang yang mempunyai banyak informasi saja masih belum mengenal apa itu Linux, apalagi yang lainnya, begitulah penilaian saya tentang hal ini.

Dihari terakhir pelatihan, sebagai kenang-kenangan dan berharap semoga virus linux menyebar ke aparat pemerintahan dan masyarakat kabupaten Simalungun, saya membagikan CD/DVD gratis linux, yaitu DVD openSUSE 11.0, CD openSUSE 10.3 dan Ubuntu 8.04. Dengan demikian pelatihan ini selesai sudah, walau masih terdapat banyak kekurangan dari segi teknis maupun nonteknis Instruktur, kami berharap kedepannya open source di negeri ini bisa berkembang sedikit demi sedikit walau berjalan dengan merangkak.

Entry Filed under: News. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Comments

andif on Wah, Ubuntu Ternyata Mudah Bag…
kirman on Wah, Ubuntu Ternyata Mudah Bag…
tooman on Wah, Ubuntu Ternyata Mudah Bag…
noe on Wah, Ubuntu Ternyata Mudah Bag…
kirman on Wah, Ubuntu Ternyata Mudah Bag…
Ferry on Wah, Ubuntu Ternyata Mudah Bag…
kirman on Wah, Ubuntu Ternyata Mudah Bag…
herry sabanari on Menjamah Pulau Samosir di Dana…
Steven on Wah, Ubuntu Ternyata Mudah Bag…
kirman on Linux vs Windows, Siapakah Pem…

Top Posts

Blog Stats

Blogroll